PM Inggris akan bicarakan pembunuhan Khashoggi dengan Pangeran Saudi

Buenos Aires (ANTARA News) – Perdana Menteri Inggris Theresa May berencana mengangkat pembunuhan Jamal Khashoggi serta situasi di Yaman sebagai topik pembicaraan dalam pertemuannya dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada KTT G20 di Argentina, katanya, Kamis (29/11).

Kedatangan Pangeran Mohammed, yang merupakan penguasa sebenarnya di Kerajaan Saudi, pada pertemuan puncak negara-negara industri itu penuh dengan perdebatan soal Khashoggi. Wartawan Arab Saudi itu dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober.

Khashoggi adalah kolumnis Washington Post yang kerap mengkritik Putra Mahkota.

Pembunuhan terhadapnya telah membuat hubungan Arab Saudi dan negara-negara Barat menjadi tegang serta menampar citra Pangeran Mohammed di luar negeri. Arab Saudi telah mengatakan bahwa Putra Mahkota sebelumnya tidak tahu ada pembunuhan.

“Saya hadir untuk berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi. Pesan yang akan saya sampaikan sangat jelas … soal Jamal Khashoggi, juga masalah Yaman,” katanya kepada para wartawan dalam penerbangan ke Buenos Aires.

“Kita ingin penyelidikan penuh dan transparan dilakukan menyangkut apa yang terjadi dan tentunya mereka yang bertanggung jawab harus diadili,” katanya soal pembunuhan Khashoggi.

Negara-negara Barat mendesak agar operasi militer pimpinan Saudi di Yaman diakhiri sementara krisis kemanusiaan di sana semakin buruk. Operasi tersebut diluncurkan Pangeran Mohammed.

“Terkait masalah Yaman, kami terus mengkhawatirkan kondisi kemanusiaan,” katanya.

“Penyelesaian jangka panjang atas Yaman adalah situasi politik dan kami akan mendorong semua pihak untuk mencari (penyelesaian) serta mengupayakannya,” katanya. 

Baca juga: Menlu Arab Saudi bantah Putra Mahkota terlibat kasus Khashoggi
Baca juga: Menlu Inggris lihat ada harapan bagi pembicaraan perdamaian Yaman

Sumber: Reuters
Editor: Tia Mutiasari/Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018