Emas turun tertekan penguatan dolar dan kenaikan ekuitas AS

Chicago (ANTARA News) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun sedikit pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena logam mulia terus di bawah tekanan oleh dolar AS yang lebih kuat serta kenaikan dalam indeks saham-saham AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 2,3 dolar AS atau 0,19 persen, menjadi ditutup pada 1.225,3 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,32 persen menjadi 97,501 pada pukul 19.10 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menambahkan 253,2 poin atau 1,04 persen pada pukul 17.30 GMT. S&P 500 dan Nasdaq juga mengikuti kenaikan Dow. Ketika ekuitas mencatat kenaikan, investor dapat berhenti membeli aset-aset “safe-haven” seperti emas, karena beralih ke aset-aset berisiko.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 2,0 sen AS atau 0,14 persen, menjadi menetap di 14,462 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari 2019 naik 2,1 dolar AS atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 839 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas naik tajam dipicu penurunan dolar dan ekuitas AS 

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018